Tradisi Mintoni, Foto Terbaik “Bali Photo Award 2017”

Tradisi Mintoni, Foto Terbaik  “Bali Photo Award 2017”

FOTO berjudul ”Tradisi Mintoni” karya Petrus Arif Tri Harnowo ditetapkan sebagai karya fotografi terbaik pada perhelatan ”Bali Photo Awards 2017 : Air dalam Budaya”. Dewan juri yang berintikan Anom Manik Agung, Agatha Anne Bunanta, Ida Bagus Andi Sucirta, Made Widnyana Sudibya dan Agung Parameswara sepakat memberikan nilai tertinggi untuk karya fotografer dari Kota Salatiga, Jawa Tengah tersebut. Tercatat sebanyak 683 foto karya 342 orang fotografer dari berbagai provinsi di Indonesia ikut bersaing menjadi yang terbaik dalam kompetisi foto gelaran Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) ini.

Menurut salah satu juri Bali Photo Awards 2017, Anom Manik Agung, foto karya Petrus Arif Tri Harnowo layak menjadi juara I karena unggul di berbagai kriteria penilaian yang telah ditetapkan, baik dari segi teknis fotografi, komposisi, pemilihan angle dan kesesuaian tema sentral, yakni ”Air dalam Budaya”. Foto ini sukses mentransformasikan kekhusyukan tradisi ”Siraman” yang merupakan salah satu bagian dalam rangkaian upacara ”Mintoni” ke dalam ”bahasa” gambar yang tidak hanya indah secara visual tapi juga mengandung elemen cerita yang kuat. Tradisi siraman (mandi-red) ini dilaksanakan pada bulan ketujuh masa kehamilan pertama seorang perempuan, dengan tujuan agar embrio dalam kandungan dan sang ibu yang mengandungnya senantiasa memperoleh keselamatan. ”Foto ini memang sangat photogenic dan juga sangat kuat dari segi tema sehingga layak menjadi yang terbaik pada Bali Photo Awards 2017 ini. Karya ini sukses menyisihkan 34 karya foto lainnya yang ditetapkan sebagai finalis,” kata Anom Manik Agung.

Menurut Anom Manik Agung, ”Upacara Mintoni” bersaing ketat dengan foto ”Melarung Jolen” karya Mohammad Reza Gemi Omandi (Purwokerto, Jawa Tengah), foto “Melukat” karya I Wayan Mardana (Klungkung, Bali) dan foto ”Tradisi Telompak Sungkem” karya  Mukhamad Faies (Magelang, Jawa Tengah) yang ditetapkan sebagai juara II, juara III dan juara favorit. Selain itu, dewan juri juga menetapkan 10 foto sebagai juara harapan. Sepuluh juara harapan itu meliputi”Tradisi Ngangkid Masyarakat Desa Pesisir Sanur karya I Wayan Pica, ”Cuci Beras Sesait” karya Gede Sudika Pratama, “Perjalanan Menuju Setra” karya I Ketut Raka Bujangga,“Ritual Nabur Rambut Gimbal” karya Gholib, “Upacara Melasti” karya Wayan Sukarma,“Melukat Tirtha Tamba” karya I Ketut Gede Kochiana, “Kerauhan” karya I Wayan Mardana, “Bisoq Meniq” karya Herman Morrison, “Tradisi Mebuug” karya I Ketut Gede Kochiana dan “Ngayud Abu Jenasah” I Dewa Gde Zesmaertha Prabawatma. “Seluruh karya fotografi yang ditetapkan sebagai juara dalam kompetisi ini merupakan representasi dari kreativitas fotografer dalam merefleksikan dan merespons segala aktivitas budaya di Indonesia yang bersentuhan dengan tema sentral Air dalam Budaya,” kata Anom Manik Agung.

Sementara itu, Ketua Panitia Bali Photo Awards 2017 I Made Dana mengatakan, dewan juri sebenarnya menetapkan 35 foto menjadi finalis dalam kompetisi ini. Namun, hanya 14 foto terbaik yang berhak memboyong hadiah yang disediakan oleh panitia. Sebagai bentuk penghargaan dan membuka ruang apreasiasi bagi masyarakat pecinta fotografi, seluruh foto finalis tersebut akan dipamerkan di Griya Santrian Gallery pada tanggal 22 Sepetember 2017. Pada kesempatan itu juga akan diserahkan hadiah kepada para pemenang yang sekaligus menandai pembukaan pameran. ”Kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi foto.

Meskipun dibatasi dengan tema, kata Made Dana, namun karya-karya foto dari sejumlah provinsi di Indonesia yang masuk ke meja panitia sangat beragam. Begitu banyak budaya-budaya baru yang bersentuhan dengan air terangkat dalam lomba ini yang sebelumnya mungkin belum diketahui keberadaannya. Yang lebih menggembirakan lagi, tidak hanya jumlah peserta yang meningkat secara signifikan dari kompetisi sebelumnya, namun dari segi kualitas karya-karya foto yang masuk juga mengalami peningkatan. “Antusiasme para insan fotografi dalam merespons penyelenggaraan Bali Photo Awards ini, tentu saja akan semakin memotivasi kami di PFB untuk menggelar event ini secara berkelanjutan. Tentunya, dengan target peningkatkan kualitas dalam semua segi,” tegas Made Dana. (I Wayan Sumatika)


Phone: 082266333043
Email: bipawards@gmail.com
Jl. Kecubung No.81 Denpasar,
Bali, Indonesia